neptunus
Kapanlagi.com – Apa kaitan antara Tina Astari dan Gaman? Jawabannya mungkin hanya terdapat di dalam film LARI DARI BLORA (LDB), yang juga menjadi debut film bioskop gadis Solo kelahiran Jakarta tersebut. Gaman, dalam bahasa kuno masyarakat Samin, Kabupaten Blora, bermakna alat kelamin.
Tina mengetahui hal itu setelah ia menerima tawaran untuk ikut membintangi LDP, yang digarap sutradara Akhlis Suryapati.
LARI DARI BLORA, yang menampilkan WS Rendra, Annika Kuyper, Ardina Rasti, dan Tina, memang mengangkat kebudayaan masyarakat Samin, satu diantaranya membangun keluarga tanpa adanya ikatan lembaga pernikahan.
“Masyarakat Samin tidak mengenal lembaga perkawinan tetapi juga tidak mengenal perceraian,” kata Tina.
Tentang jodoh dan lamaran, katanya, dilakukan secara terang-terangan menggunakan cara-cara yang tabu menurut pendapat masyarakat kebanyakan. Ia mengungkapkan, seorang pria bila ingin meminta seorang wanita untuk berumahtangga harus mengatakan, ‘Pegang gamanku’.
Sesuai tuntutan skenario film, tokoh Wati yang diperankan Tina harus menuruti permintaan itu, yang diajukan oleh seorang pria bernama Fuad. Jadi Anda memegangnya?
“Ya begitulah. Tapi kata mas Akhlis tidak akan terlihat porno,” jawab Tina sambil tersenyum simpul. Lalu, bagaimana Anda menyatakan bahwa Anda menerima permintaan Fuad?
“Ya tubuhku diraba-raba.” katanya, lagi-lagi sambil tersenyum simpul. Kelahiran Jakarta 19 Agustus 1979, Tina adalah bungsu dari delapan bersaudara anak pasangan Sunandi dan Tuti Atikah. Sebelumnya, ia dikenal lewat sejumlah sinetron, di antaranya Ustadz Juga Manusia (ANTV), Pintu Hidayah (RCTI) dan serial Alisyah (SCTV). (*/bun) Read the rest of this entry »